Faktor Penyebab Revolusi Perancis
Banyak faktor yang menyebabkan revolusi Perancis. Dari sekian banyak penyebab terjadinya Revolusi Prancis secara umum dapat dibagi ke dalam beberapa sebab.
Pertama, sikap pemerintah absolut yang terlalu kaku dalam menghadapi perubahan dunia. Penyebab lainnya adalah adanya ambisi yang berkembang dan dipengaruhi oleh ide Pencerahan dari kaum borjuis, kaum petani, para buruh, dan individu dari semua kelas yang merasa disakiti. Sementara revolusi berlangsung dan kekuasaan beralih dari monarki ke badan legislatif, kepentingan-kepentingan yang berbenturan dari kelompok-kelompok yang semula bersekutu ini kemudian menjadi sumber konflik dan pertumpahan darah.
Kedua, munculnya aliran rasionalisme dan aufklarung pada abad ke-18 sebagai akibat dari Renaisans dan Humanisme. Dengan kritik - kritik yang tajam dari mereka untuk menghantam dan melenyapkan berbagai kesalahan. Peranan mereka adalah sebagai pendorong munculnya Revolusi Perancis karena Perancis pada waktu itu penuh dengan kesalahan.
Ketiga, munculnya aliran romantika. Romantik adalah paham yang menganggap perasaan dan kepribadian lebih penting daripada rasio. Romantik menganjurkan agar masyarakat Eropa kembali pada alam. Aliran Romantik mulai muncul pada 1750 sebagai reaksi dari kemunculan aliran Rasionalisme. Romantik sangat menghargai insting sehingga dengan insting tersebut nantinya merajalela di kalangan rakyat jelata dan mengharuskan serta meneruskan perjuangan yang tidak mungkin diselesaikan oleh Rasionalisme. Satu diantara tokoh - tokoh dari aliran Romantika yang terkenal adalah J.J. Rousseau.
Keempat, pengaruh dari paham-paham perang kemerdekaan di Amerika (1774-1783). Pada saat peperangan tersebut, Prancis mengirimkan tentaranya di bawah pimpinan Lafayette untuk membantu Amerika dalam menghadapi Inggris. Namun setelah kembali ke Prancis, pasukan Prancis tersebut mengalami dan merasakan tentang paham baru tentang hak-hak asasi manusia dan demokrasi sehingga mereka berkeinginan untuk mengubah pemerintahan Prancis yang absolut, menindas rakyat, dan tidak mengenal hak-hak asasi manusia.
Kelima, pengaruh feodalisme di Eropa yang berasal dari zaman abad Pertengahan. Dengan adanya pembagian otoritas yang tidak merata menyebabkan munculnya golongan bangsawan yang mempunyai hak istimewa yang bertindak semena-mena terhadap rakyat, dengan menghisap semua hak rakyat dan rakyat hanya dibebani kewajiban (pajak) saja. Sehingga ketidakadilan ini makin lama makin dirasakan oleh rakyat, yang akhirnya menyebabkan meletusnya Revolusi Perancis.
Keenam, monarki absolut yang begitu buruk. Monarki absolut pada masa pemerintahan Raja Louis XVI merupakan kekuasaan absolut yang paling buruk pada masanya, dengan sifatnya yang despotis, sehingga orang-orang yang mengkritik kebijakan kerajaan akan ditindas dengan kejam. Akibatnya, hidup masyarakat menjadi terkekang dan tidak ada lagi kemerdekaan. Kemudian feodalisme, yaitu adanya jaminan hidup bagi golongan bangsawan dan biarawan di atas golongan rakyat yang tidak mempunyai hak. Kemudian substitutiestelsel, yaitu sistem perwalian yang menempatkan golongan bangsawan pada kedudukan yang tinggi, sedangkan wakilnya dari golongan rakyat yang menjalankan kewajiban dengan menerima gaji yang minim. Kemudian administrasi negara yang uniform sehingga menyebabkan administrasi negara menjadi kacau dan merajalelanya tindak korupsi.
Ketujuh, terjadinya vacuum of power, yaitu kekosongan kekuasaan. Padahal hal ini merupakan faktor yang sangat berbahaya bagi negara karena merupakan kesempatan yang baik bagi musuh - musuh negara untuk menjatuhkan dan menguasai negara tersebut. Hal inilah yang terjadi di Prancis sehingga mendorong masyarakatnya untuk mengadakan reformasi dan revolusi untuk mengisi kekosongan kekuasaan pemerintahan.

Post a Comment for "Faktor Penyebab Revolusi Perancis"