Dampak Revolusi Industri Dalam Bidang Ekonomi, Sosial, Politik
Revolusi Industri mengubah Inggris menjadi negara industri yang maju dan modern. Di Inggris muncul pusat-pusat industri, seperti Lancashire, Liverpool, dan Birmingham. Seperti halnya revolusi yang lain, Revolusi Industri Juga membawa akibat yang lebih luas dalam bidang ekonomi, sosial, dan politik, baik di negara Inggris sendiri maupun di negara-negara lain.
1) Dampak di Bidang Ekonomi
Perubahan yang sangat cepat di bidang industri membawa akibat yang luas di berbagai aspek kehidupan. Dampak yang paling menonjol dari Revolusi Industri di Inggris adalah munculnya kapitalisme, adanya pengambilan lahan pertanian menjadi lahan industri, dan munculnya upaya pencarian daerah pemasaran di negeri jajahan.
- Munculnya Kapitalisme
Akibat langsung dari Revolusi Industri ini adalah terbentuknya lapisan masyarakat baru, yaitu masyarakat pemilik modal. Dengan kekuatan modal, mereka dapat menjalankan dan membangun sektor-sektor industri di Inggris. Para pemilik modal inilah yang menyebabkan muncul istilah kapital (capital), yang artinya “modal”.
Kapitalisme adalah suatu paham ekonomi yang berpandangan bahwa pendapatan (laba) dapat ditingkatkan dengan cara ditunjang oleh sejumlah modal yang banyak, pengusaha sektor produksi sumber bahan baku, pemasaran (distribusi), dan teknologi terbaru. Dalam pandangan tersebut kaum kapitalis sangat menginginkan adanya kebebasan yang seluas-luasnya bagi setiap individu dalam usahanya, persaingan yang bebas tanpa adanya campur tangan dari pihak pemerintah, sehingga kemakmuran bangsa dan negara hanya dapat diatur melalui mekanisme pasar.
Masyarakat kapitalis ternyata tidak hanya berkembang di Inggris saja, melainkan benua Eropa, Prancis, Belgia, Belanda, Jerman, Italia. Masyarakat kapitalis inilah yang menggerakkan perekonomian nasional. Akibatnya dengan kekuatan modalnya, golongan kapitalis juga dapat mempengaruhi kebijakan kebijakan pemerintah, sehingga kebijakan tersebut akan lebih menguntungkan bagi kelancaran usaha mereka.
- Pengambilan Tanah Untuk Lahan Industri
Seperti yang telah diuraikan di atas, salah satu dari dampak Revolusi Industri adalah munculnya kelompok masyarakat yang memiliki modal. Dengan modal yang dimilikinya, mereka menguasai perekonomian. Bahkan dengan modalnya itu mereka dapat meluaskan lapangan usaha industrinya. Usaha industri perlu lahan, mereka para pemilik modal membeli tanah-tanah pertanian milik bangsawan. Pada akhirnya pembelian lahan pertanian itu menimbulkan beberapa dampak.
Pertama, para petani yang semula bekerja di lahan pertanian milik bangsawan menjadi kehilangan pekerjaan. Mereka berusaha mencari tempat kerja di tempat lain. Ada sebagian di antara mereka pindah ke kota dan bekerja sebagai buruh. Majikan mereka memberi upah yang rendah. Berbeda ketika mereka menjadi petani di tanah-tanah milik bangsawan, mereka memiliki upah cukup besar karena sistem upah diatur secara bagi hasil dari hasil panen.
Kedua, lahan pertanian yang diubah menjadi lahan industri, lama-kelamaan menjadi pusat industri dan akhirnya muncullah kota-kota industri. Di Inggris pada saat itu berkembang kota-kota industri, seperti Manchester, Liverpool, Sheffield, dan Birmingham. Di kota-kota industri tersebut, selain muncul pabrik-pabrik industri juga mulai bermunculan kegiatan-kegiatan ekonomi lainnya seperti menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari.
Ketiga, berkembangnya kota industri melahirkan kelas buruh. Penggunaan tenaga mesin di pabrik-pabrik mengakibatkan penggunaan tenaga buruh terbatas, sedangkan jumlah buruh tetap banyak dan selalu meningkat. Karena itu, upah buruh menjadi rendah. Akibatnya banyak pengangguran dan kemiskinan.
Upah buruh yang rendah menimbulkan pertentangan antara buruh dengan majikan. Aksi pemogokan kerja bermunculan sebagai wujud protes kaum buruh. Keadaan seperti ini sering terjadi sehingga keamanan negara menjadi kacau. Oleh karena itu, negara turut campur tangan dalam pengelolaan beberapa perusahaan yang dianggap penting untuk kesejahteraan buruh dan rakyat.
- Negeri Jajahan Sebagai Daerah Pemasaran
Kelompok yang mendapat keuntungan besar dari adanya Revolusi Industri adalah para pemilik modal. Mereka sering disebut kaum kapitalis. Munculnya Revolusi Industri menimbulkan kapitalisme modern yang memperhatikan peranan kaum kapitalis sebagai produsen, pedagang, dan sekaligus pembagi barang-barang. Dalam bidang ekonomi harga barang menjadi murah hal itu disebabkan karena penggunaan mesin-mesin dapat memproduksi barang secara massal dan dengan biaya lebih rendah. Jika dibandingkan dengan barang hasil kerajinan tangan, kerja barang hasil kerajinan tangan lebih mahal.
Selain di bidang ekonomi adalah perdagangan dunia semakin maju. Ini disebabkan karena keperluan akan bahan industri dan lingkup pemasaran untuk industri semakin luas. Komunikasi lalu lintas yang semakin ramai mendorong para pengusaha mencari daerah pemasaran. Mencari keuntungan yang sebesar-besarnya, kaum kapitalis bekerja sama dengan pemerintah agar dapat menjalankan kegiatan usahanya dengan lebih maksimal.
Bangsa Eropa yang mempunyai daerah jajahan menjadikan daerah-daerah jajahan mereka sebagai daerah bahan industri, sebagai sasaran hasil industri, dan sebagai daerah penanaman modal. Secara singkat dapat dikatakan bahwa Revolusi Industri telah melahirkan sebuah bentuk imperialisme baru.
- Barang Melimpah dan Harga Murah
Revolusi Industri telah menimbulkan usaha industri dan pabrik secara besar-besaran dengan sebuah proses mekanisme tertentu. Proses produksi dapat diproduksi dalam waktu singkat dan dapat menghasilkan barang yang melimpah. Produk barang menjadi berlipat ganda sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang lebih luas. Akibat pemroduksian barang menjadi lebih cepat, mudah, serta dalam jumlah yang banyak sehingga mengakibatkan harga barang menjadi murah.
- Perusahaan Kecil Gulung Tikar
Dengan penggunaan mesin-mesin maka biaya produksi menjadi relatif kecil sehingga barang-barang pun relatif lebih murah. Hal ini membawa akibat kepada perusahaan kecil (tradisional) terancam gulung tikar karena tidak mampu bersaing.
- Perdagangan Semakin Berkembang
Berkat peralatan perhubungan yang modern, cepat dan murah, produksi lokal berubah menjadi produksi internasional. Pelayaran dan perdagangan internasional semakin berkembang.
- Transportasi Semakin Lancar
Adanya penemuan di berbagai sarana dan prasarana transportasi membuat dinamika kehidupan masyarakat semakin meningkat.
2) Dampak di Bidang Sosial
Beberapa akibat dari Revolusi Industri di bidang sosial adalah sebagai berikut.
- Berkembangnya Urbanisasi
Berkembangnya industrialisasi telah memunculkan kota-kota dan pusat-pusat keramaian yang baru. Oleh karena kota yang dengan kegiatan industri tampaknya dilihat lebih menjanjikan sebuah kehidupan yang lebih layak maka banyak petani dari desa pergi ke kota untuk mendapatkan pekerjaan. Hal ini mengakibatkan berkurangnya kualitas dalam segala aspek di kegiatan pertanian.
- Upah Buruh Rendah
Akibat semakin meningkatnya arus urbanisasi ke kota-kota industri mengakibatkan jumlah tenaga kerja di kota semakin melimpah. Sementara itu, pabrik-pabrik banyak yang menggunakan tenaga mesin. Dengan demikian, upah tenaga kerja menjadi murah. Selain itu, jaminan sosial pun kurang sehingga kehidupan mereka menjadi susah. Bahkan, para pengusaha banyak memilih tenaga buruh wanita dan anak-anak untuk bekerja kepada mereka dikarenakan upahnya yang lebih murah.
- Munculnya Golongan Pengusaha dan Golongan Buruh
Di dalam kegiatan industrialisasi dikenal adanya kelompok pekerja (buruh) dan kelompok pengusaha (majikan) yang memiliki industri atau pabrik. Dengan demikian, dalam masyarakat timbul suatu golongan baru, yaitu golongan pengusaha (kaum kapitalis) yang hidup penuh kemewahan dan golongan buruh yang hidup dalam kemiskinan.
- Adanya Kesenjangan antara Majikan dan Buruh
Di satu sisi dengan munculnya golongan pengusaha yang hidup mewah, sedangkan di pihak lain ada golongan buruh yang hidup menderita, menimbulkan kesenjangan antara majikan dan buruh. Kondisi seperti ini, sering menimbulkan ketegangan-ketegangan yang diikuti dengan pemogokan kerja guna menuntut perbaikan nasib para buruh itu sendiri. Hal ini menimbulkan kebencian terhadap sistem ekonomi kapitalis, sehingga kaum buruh condong kepada paham sosialis.
- Semakin kuatnya sifat individualisme dan menipisnya rasa Solidaritas.
Dengan adanya Revolusi Industri sifat individualisme semakin kuat karena terpengaruh oleh sistem ekonomi industri yang serba uang. Sebaliknya, semakin menipisnya rasa solidaritas dan kekeluargaan.
- Munculnya Revolusi Sosial
Pada 1820-an terjadi huru-hara yang ditimbulkan oleh penduduk kota yang miskin yang didukung oleh kaum buruh. Gerakan sosial ini menuntut adanya perbaikan nasib rakyat dan buruh. Akibatnya, pemerintah mengeluarkan undang-undang untuk menjamin perbaikan nasib kaum buruh dan orang-orang miskin. Undang-undang tersebut, antara lain sebagai berikut.
- Tahun 1832 dikeluarkan Reform Bill atau undang-undang pembaharuan pemilihan anggota parlemen. Menurut undang-undang ini, kaum buruh mendapat hak-hak perwakilan dalam parlemen.
- Tahun 1833 dikeluarkan Factory Act atau undang-undang pabrik. Menurut undang-undang ini, kaum buruh mendapat jaminan sosial. Disamping itu, undang-undang ini juga berisi larangan penggunaan tenaga kerja anak-anak dan wanita di daerah tambang di bawah tanah.
- Tahun 1834 dikeluarkan Poor Law Act atau undang-undang fakir miskin. Oleh karena itu, didirikan pusat-pusat penampungan dan perawatan pada fakir miskin sehingga tidak berkeliaran.
3) Dampak di Bidang Politik
Beberapa akibat Revolusi Industri di bidang politik adalah sebagai berikut.
- Munculnya Gerakan Sosialis
Kaum buruh yang diperlakukan tidak adil oleh kaum pengusaha mulai bergerak membangun kekuatan untuk memperbaiki nasib mereka. Mereka kemudian membentuk organisasi yang biasa disebut dengan gerakan sosialis. Gerakan sosialis dimotivasi oleh pemikiran dari Thomas More yang menulis buku Utopia. Tokoh yang paling populer di dalam pemikiran dan seorang penggerak paham sosialis adalah Karl Marx dengan bukunya yaitu Das Kapital.
- Munculnya Partai Politik
Dalam upaya memperjuangkan nasibnya, maka kaum buruh terus menggalang persatuan. Apalagi dengan semakin kuatnya kedudukan kaum buruh di parlemen mendorong dibentuknya suatu wadah perjuangan politik, yaitu Labour Party (Partai buruh). Partai ini berhaluan sosialis. Di pihak pengusaha menggabungkan diri ke dalam partai liberal.
- Munculnya Imperialisme Modern
Kaum pengusaha atau kapitalis pada umumnya mempunyai pengaruh yang kuat dalam pemerintahan untuk melakukan imperialisme demi kelangsungan industrialisasinya. Dengan demikian, lahirlah imperialisme modern, yaitu perluasan daerah-daerah sebagai tempat pemasaran hasil industri, mencari bahan mentah, penanaman modal yang surplus, dan tempat mendapatkan tenaga buruh yang murah. Dalam hal ini Inggris lah yang menjadi pelopor nya.
Revolusi Industri yang terjadi di Eropa dan khususnya di Inggris membawa dampak dalam bidang ekonomi, sosial dan politik. Di bidang sosial yaitu munculnya golongan buruh yang hidup menderita dan berusaha berjuang untuk memperbaiki nasib. Gerakan kaum buruh inilah yang kemudian melahirkan gerakan sosialis yang menjadi lawan dari kapitalis. Bahkan, kaum buruh akhirnya bersatu dalam suatu wadah organisasi, yaitu adalah partai buruh. Di bidang ekonomi, perdagangan semakin berkembang. Perdagangan lokal berubah menjadi perdagangan regional dan internasional. Sebaliknya di bidang politik, Revolusi Industri melahirkan imperialisme modern.

Post a Comment for "Dampak Revolusi Industri Dalam Bidang Ekonomi, Sosial, Politik"