Pesawat Tempur Siluman Nazi Perang Dunia 2
Horten Ho 229 adalah pesawat jet tempur yang sudah didukung teknologi siluman (stealth) yang dibuat oleh Nazi Jerman pada masa Perang Dunia II. Horten Ho 229 dirancang oleh dua bersaudara berkebangsaan Jerman, Walter Horten dan Reimar Horten, dalam program Nazi Jerman yang dinamakan 3 x 1000 Project.
Selintas gambar pesawat terbang diatas mirip dengan pesawat pembom siluman B-2 Spirit milik AS yang dikembangkan pada dekade 1980an dibawah proyek militer rahasia Black Project. Tidak banyak yang mengetahui bahwa pesawat terbang dengan tekhnologi siluman (stealth) seperti itu sebenarnya sudah dikembangkan oleh Jerman pada masa Perang Dunia II. Desain dan teknologi pesawat pembom siluman rancangan Nazi inilah yang kemudian hari dijiplak oleh Northrop-Grumman Corporation untuk membuat pesawat B-2 Spirit yang menjadi andalan militer AS itu.
B-2 Spirit Buatan Amerika (menjiplak dari Nazi Jerman)
Walter Horten dan Reimar Horten Bersaudara asal Jerman
Pesawat terbang yang tampak pada gambar di atas adalah contohnya. Sebuah bomber siluman yang sudah dikembangkan sejak tahun 1936 oleh Walter Horten dan Reimar Horten. Pesawat terbang jenis ini dikenal dengan sebutan Sayap Terbang (Flying Wing) karena sebagian besar tubuh pesawat memang berupa sayap, tidak seperti pada bentuk pesawat terbang pada umumnya.
Sejak berusia belasan tahun Horten bersaudara sudah akrab dengan dunia penerbangan. Mereka berdua sudah sejak lama mengagumi konsep sayap delta yang dibuat oleh Dr. Alexander Lippisch. Pada saat masih berusia remaja, Horten bersaudara telah berhasil menerbangkan pesawat layang buatannya sendiri di tahun 1933.
Pada tahun 1943, angkatan udara Jerman (Nazi) memerintahkan misi pembuatan pesawat terbang bomber yang mampu mengangkut 1.000Kg bom, bisa terbang sejauh 1.000Km, dan dapat mencapai kecepatan 1.000Km/Jam. Misi ini dikenal dengan sebutan 3 x 1000 Project. Dan pesawat terbang rancangan Horten bersaudara yang dianggap paling sesuai untuk proyek tersebut. Maka pada Februari 1944 telah dibuat prototype pertama yang dinamakan Horten IX V1 atau sering juga disebut Horten Ho 229 di Goppingen. Prototipe pesawat terbang tersebut bisa diselesaikan dalam waktu enam bulan. Sebuah pesawat terbang yang terbuat dari kayu.
Setelah versi V1, dilanjutkan pembuatan prototype versi V2. Kali ini pesawat sudah menggunakan mesin turbojet sesuai dengan kebutuhan proyek. V2 diuji coba terbang pada tanggal 2 Februari1945 di Oranienburg. Menurut laporan, V2 bisa dikendalikan dengan baik. Tapi masih terdapat gangguan ketidak stabilan lateral. Bahkan sampai sekarang pun gangguan pada bagian ini umumnya sudah menjadi ciri khas pada pesawat terbang dengan type flying wing. Dan dua bulan kemudian pada uji terbang yang ketiga, prototype V2 mengalami musibah. Pesawat tidak dapat dikendalikan karena telah kehilangan kecepatan. Erwin Ziller, sang pilot tewas seketika saat pesawatnya hancur berkeping-keping.
Setelah musibah itu, prototipe Horten Ho 229 (V2) yang masih tersisa dipindahkan ke Gothaer Waggonfabrik (Gotha) di Friedrichsrode. Pada Maret 1945 mulai dibangun prototype seri ketiga, 229 V3. Versi ini merupakan modifikasi yang memiliki ukuran lebih besar dibanding generasi sebelumnya. Baik pada dimensi ukuran, kapasitas mesin, maupun bahan pembentuk badan pesawat yang sudah menggunakan baja. Pesawat tempur ini hampir selesai pembuatannya saat pasukan sekutu berhasil menyerbu Jerman dan mengambil alih Gothaer Waggonfabrik beserta semua asetnya. Selanjutnya prototipe 229 V3 dibawa ke AS untuk dipelajari lebih lanjut. Prototype 229 V3 ini disimpan di NASM's Paul E. Garber Restoration di Silver Hill, Maryland – AS.
sangat disayangkan horten belum ikut perang dunia kedua
ReplyDeleteGAME CASINO TERBARU WM CASINO ! BET HANYA 5RIBU SAJA ANDA BISA MERAIH
ReplyDeleteKEUNTUNGAN JUTAAN RUPIAH JIKA BERUNTUNG! MAINKAN SEKARANG JUGA~
INFOMASI LEBIH LANJUT SILAKAN KUNJUNGI WEBSITE RESMI KAMI
DI WWW. BOLAVITA .CLUB
ATAU BISA CHAT KAMI DI:
WA : 0812-2222-995
PENDAFTARAN GRATIS !!!