Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Dampak Kemenangan Vietkong terhadap Perkembangan Politik Asia Tenggara


       Setelah negara Republik Demokratik Vietnam (Vietnam Utara) yang berideologi komunis terbentuk, negara tersebut segera memperluas pengaruhnya. Laos telah berhasil dijadikan negara komunis, begitu pula dengan Vietnam Selatan. Komunis Vietnam terus berusaha memperluas pengaruhnya dengan mencoba mempengaruhi Kamboja. Usaha untuk melakukan kolonialisasi dengan mencoba mempengaruhi Kamboja disebut vietnamisasi. Penyebaran Vietnam untuk menguasai Kamboja dilakukan pada tanggal 7 Januari 1979. Pasukan Vietnam dalam menguasai Kamboja dibantu oleh orang-orang Kamboja yang mendukung Vietnam. Mereka itu tergabung dalam "Front Penyelamat Nasional". Vietnam berhasil menguasai Kamboja. Oleh karena itu, Vietnam mendirikan Republik Rakyat Kamboja di bawah pemerintahan Heng Samrin sebagai boneka Vietnam.

       Vietnam memang berhasil menguasai dan membentuk pemerintahan boneka di dalam negeri Kamboja, namun terjadi juga usaha untuk menentang pemerintahan komunis itu. Tentu saja itu memberi peluang bagi negara-negara dan pemerintahan antikomunis untuk menghambat laju perkembangan komunis di Asia Tenggara. Pemerintahan antikomunis di Kamboja dibentuk atas koalisi kelompok Sihanouk, Son San, dan Khieu Sampan/ Koalisi itu membentuk pemerintahan baru di Kamboja dengan nama Pemerintahan Koalisi Demokrasi Kamboja pada tanggal 22 Juni 1982.

       Negara-negara anggota ASEAN dan PBB yang sebagian besar antikomunis tentu saja banyak yang memberi dukungan pada Pemerintah Koalisi Demokrasi Kamboja. Hal itu juga merupakan salah satu cara untuk menghambat laju perkembangan komunis di dunia. Salah satu bentuk dukungan pada pemerintahan antikomunis di Kamboja adalah mengakui hanya Pemerintahan Koalisi Demokrasi Kamboja yang berhak memerintah Kamboja dan menjadi wakil sah di PBB.

Post a Comment for "Dampak Kemenangan Vietkong terhadap Perkembangan Politik Asia Tenggara"