Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perang Korea Utara dan Korea Selatan

     

       Negara-negara yang baru saja menyatakan kemerdekaannya masih mencari dan meraba landasan negara atau ideologi negara apa yang layak untuk dapat digunakan di negara tersebut. Hal ini lalu dimanfaatkan oleh Amerika dan Soviet untuk menyebarkan dan menanamkan paham mereka masing-masing.

      Negara-negara yang rakyatnya dapat menerima salah satu paham tidak akan terjadi suatu gejala politik . Namun, berbeda kalau suatu negara yang rakyatnya masih berbeda pendapat tentang paham apa yang harus dipakai. Benturan dari ideologi tersebut menyebabkan terjadinya perang saudara. Kita sebagai makhluk sosial dan makhluk ciptaan Tuhan harus dapat menghormati pendapat dan perbedaan agar tidak terjadi perpecahan atau perselisihan. Ada beberapa negara yang terjadi perang saudara dalam menentukan paham atau ideology negaranya, yaitu sebagai berikut.

Perang di Semenanjung Korea
       Ketika Jepang menyerah dalam Perang Dunia II, pasukan Sekutu yang terdiri dari Amerika dan Soviet segera menduduki Korea. Dengan alasan memusnahkan sisa-sisa kekuatan Jepang di wilayah utara, Soviet mulai melancarkan serangan dan menduduki wilayah itu pada tanggal 12 Agustus 1945. Smentara itu, pasukan Amerika baru menduduki wilayah Korea bagian selatan pada bulan September 1945. Dengan demikian, mulai saat itu wilayah selatan diduduki dua negara adidaya, Amerika di bagian selatan dan Soviet di nagian utara Garis lintang 38 derajad menjadi batas wilayah yang mereka duduki.


       Di Korea bagian selatan, Amerika  membentuk pemerintahan Republik Korea (Selatan) pada tanggal 15 Agustus 1948. Pusat pemerintahannya berada di Kota Seoul. Presiden pertama Korea Selatan adalah Dr.Sygman Rhee. Sementara itu, Soviet ternyata berbuat hal yang sama terhadap wilayah yang didudukinya di utara. Soviet membentuk Republik Demokratik Rakyat Korea (Korea Utara) pada tanggal 1 Mei 1948. Soviet mengangkat Kim Il Sung sebagai Presiden pertama Korea Utara. Soviet baru meninggalkan Korea Utara setelah menandatangani perjanjian tentang pemberian bantuan ekonomi, militer, dan teknologi pada negara satelitnya itu. Korea Utara juga menjalin hubungan diplomatik dengan Tiongkok. Dengan demikian, makin kukuh kekuatan komunis di Asia.

       Sekitar tahun 1949 terjadi ketegangan antara Korea Utara dengan Korea Selatan. Dengan alasan untuk menyatukan kembali Korea pada tanggal 25 Juli 1950 tentara Korea Utara yang dibantu pasukan Tiongkok dan kemudian pasukan Soviet melintasi garis demarkasi dan menyerbu Korea Selatan. Penyerbuan Korea Utara tersebut mendapat reaksi keras dari PBB. Selanjutnya, 21 negara dengan dipimpin Amerika atas nama Dewan Keamanan PBB mencoba menghadang gerakan pasukan Korea Utara dan berusaha kembali merebut Korea Selatan. Perang terjadi pada kurun waktu antara 1951-1953 saling menyerang dan mengalahkan. Kesepakatan perdamaian tercapai pada tanggal 27 Juli 1953. Pada hari itu, ditandatangani Persetujuan P'an Munjom yang menegaskan adanya dua Korea. Sampai sekarang kedua negara ini belum bisa berdamai, atau lebih tepatnya tidak akan pernah berdamai.

       

Post a Comment for "Perang Korea Utara dan Korea Selatan"