Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Soeharto Dalang Pemberontakan PKI 1965




       PKI adalah Partai Komunis Indonesia yang sangat terkenal dengan kekejamannya pada peristiwa G30S/PKI atau dengan sebutan lain Gestapu dan Gestok. Mereka dengan menumpangi alutsista pasukan Cakrabirawa lalu menculik para Jenderal dan membunuh mereka di Lubang Buaya. PKI memang bersalah, tetapi setelah saya pikirkan ada kemungkinan bahwa PKI tidak 100% bersalah. Tetapi jangan menuduh saya adalah orang yang mendukung G30S/PKI, saya mengecam dan membenci gerakan tersebut. Saya yakin, teman teman adalah pembaca yang baik dan dapat menarik kesimpulan dari apa yang saya paparkan. Sekali lagi jadilah pembaca yang baik karena informasi ini tidak se-simple kelihatannya.

       Dipa Nusantara Aidit, Letkol Untung, beberapa Pasukan Cakrabirawa, mereka tidak lebih dari sebuah "Wayang" tidak mungkin wayang bergerak tanpa ada seorang dalang, siapa dalangnya? dalang yang menggerakan wayang tersebut adalah "Jenderal Soeharto". Mungking teman-teman tidak terima dengan pendapat saya ini, mungkin beberapa berfikir bahwa Soeharto adalah tokoh yang menumpas PKI hingga ke akarnya, mengembalikan wibawa presiden dll lalu Soeharto menjadi sosok pahlawan bangsa ini. "YA" itu benar tetapi tidak 100%, ada misteri dibalik hiruk pikuk kejadian mengerikan itu.

       Apa tujuan Soeharto dalam Gestapu? kenapa yang menjadi wayang adalah PKI bukan partai yang lainnya? kenapa setelah Gestapu Seoharto langsung jadi presiden tanpa pemilu? Jujur saya sendiri bingung mau mulai dari mana artikel yang saya buat ini tetapi saya berusaha akan membahas dengan sesederhana mungkin agar teman teman memahami apa yang saya maksud.

       Soeharto ingin menjadi Presiden kedua setelah Ir.Soekarno. Soekarno pernah mengatakan bahwa Jenderal Ahmad Yani yang akan meneruskan tongkat kepemimpinan Ir.Soekarno untuk menjadi presiden kedua jika kondisi kesehatan Ir.Soekarno tidak kunjung membaik. Informasi ini juga diketahui Soebandrio, Caerul Saleh dan AH Nasution saat rapat petinggi negara. Ahmad Yani sangat dekat dengan sosok Ir.Soekarno akan tetapi setelah ada isu dewan jenderal hubungan mereka semakin renggang. Keluarga Ahmad Yani juga sudah tahu informasi ini dua bulan sebelum meletusnya Gestapu yang mengakibatkan Jenderal Ahmad Yani gugur. Kemungkinan Soeharto sudah tahu tentang informasi ini lalu Soeharto yang ingin menjadi presiden kedua tidak punya pilihan untuk membunuh jenderal atau tokoh yang dekat dengan Ir.Soekarno agar keinginan Soeharto menjadi presiden kedua selama kurang lebih 32 tahun dengan sangat otoriter. kalau teman teman bertanya kok bisa Soeharto ingin menjadi Presiden? jawaban saya adalah menurut teman teman kenapa beliau mempertahankan jabatannya selama 32 tahun dengan otoriter sampai harus diakhiri Reformasi? seharusnya itu sudah menjawab pertanyaan teman teman. Teman teman juga pasti tahu seperti apa atmosfer negara di era Soeharto.

       Tentu saja tidak secara terang terangan Soeharto membunuh para jenderal dengan pasukan KOSTRAD-nya. Seoharto yang pintar ditambah lagi dengan jabatannya sebagai Letnan Jenderal dan sebagai panglima KOSTRAD memiliki strategi yang matang yaitu dengan mengkambing hitamkan suatu partai yang sangat dekat dengan sosok Ir.Soekarno yaitu Partai Komunis Indonesia. Apakah teman teman menganggap bahwa Komunis itu buruk? tidak, komunisme  tidaklah buruk asalkan negara dengan benar mengaturnya, Komunisme menurut pendapat saya pribadi adalah sistem ketatanegaraan yang menganggap semua itu sama rasa dan sama rata tetapi hak untuk beragama tetap ada hak untuk mengembangkan agama dan berdakwah untuk menyebarkan agama tetap ada, kita lihat contoh negara komunis seperti Soviet dan Cina Agama islam tersebar luas di sana dan mereka baik baik saja (malah kita di Indonesia yang mayoritas begarama Islam saling ribut satu sama lain, sebenarnya jika digali lebih dalam tidak ada yang harus diperdebatkan, kita lebih baik mengurus saudara kita yang berada di perbatasan wilayah NKRI yang masih hidup susah dan saudara sesama manusia sesama muslim di Palestina, Suriah dan negara timur tengah lainnya. Hanya orang bodoh yang memperdebatkan perkara agama di indonesia). Kita kembali ke pengertian Komunis, komunis itu berlawanan dengan Kapitalis dan Liberalis. untuk lebih jelasnya ini adalah pengertiannya :

       Secara garis besar, Komunisme adalah gagasan tentang sistem ekonomi yang dirancang oleh Karl Marx & Friedrich Engels dalam sebuah buku berjudul Das Kapital sebagai bentuk antitesis (pertentangan) terhadap sistem ekonomi kapitalis yang saat itu berkembang pesat seiring dengan berjalannya Revolusi Industri. Dalam impian komunisme ala Marx ini, akan tercipta masyarakat yang setara, tidak ada lagi kelas sosial, tidak ada lagi kepemilikan pribadi, tidak ada sektor swasta, tidak ada negara, tidak ada konsep uang, tidak ada pasar, tidak ada perdagangan. Semua orang akan mengerjakan apa yang mereka inginkan, serta saling memenuhi kebutuhan satu sama lain secara sukarela. Jadi kalau misal teman teman bertemu dengan seorang yang berideologi Komunis tolong jangan langsung dicap negatif apalagi dihajar habis habisan.

       Kapitalis secara sederhana adalah sebuah gagasan akan sistem ekonomi yang menjunjung tinggi kebebasan dari sektor individu atau swasta, untuk dapat berperan aktif dalam perputaran roda ekonomi. Akan tetapi biasanya mereka akan menindas yang berada di bawah, karena yang kaya akan semakin kaya dan yang miskin akan semakin miskin.

       Liberalis secara umum, gagasan ini bisa dikatakan dirangkum pertama kali oleh John Locke, di mana gagasan utama dari konsep politik liberalisme berfokus pada penghargaan atas kebebasan dan hak individu. Semua konsep itu baik, tetapi bagaimana cara kita mengolah konsep tersebut agar menjadi cocok dengan bangsa kita yang beraneka ragam ini.

       Kembali ke Soeharto. Setelah mengetahui bahwa Ahmad Yani yang akan menjadi Presiden kedua dan melihat peluang di PKI yang sedang sangat dekat dengan Ir. Soekarno maka Soeharto lah yang bertindak sebagai dalang dan PKI lah yang menjadi wayang. Lalu mungkin teman teman berpikir kenapa PKI mau maunya kong kalikong dengan Soeharto? menurut saya Soeharto menyuruh anak buahnya untuk masuk menjadi anggota partai lalu merusak citra PKI dari dalam, dan yang membunuh para Jenderal adalah orang orang bawahan Soeharto. Pasti teman teman tahun siapa yang memimpin Pasukan Cakrabirawa saat menculih para Jenderal, ya Letkol Untung, beliau adalah teman dekat Jenderal Soeharto. Saya menemukan hal yang ganjil di buku Sejarah saya yaitu "Pada tanggal 30 September 1965, Pasukan tentara yang menggunakan atribut dan kendaraan berlambang Batalyon I Cakrabirawa yaitu pasukan khusus pengawal Presiden RI melakukan penculikan terhadap sejumlah petinggi Angkatan  darat" nah menurut saya tidak mungkin sebuah partai memiliki kendaraan tempur ditambah lagi berlambangkan Batalyon Cakrabirawa yang notabene sangat dekat dan setia terhadap Presiden, di saat semua Jenderal yang diincar masih tidur tetapi ada satu Jenderal yang tidak diincar yaitu adalah Soeharto, padahal dari segi pangkat yaitu Letnan Jenderal dan sekaligus Panglima KOSTRAD maka jika PKI memang ingin menggulingkan pemerintahan seharusnya Seoahrto juga dibunuh, tetapi nyatanya tidak demikian. Bukannya saya mendukung PKI tidak, tetapi ini salah satu hal yang mengganjal bagi saya. Coba teman teman pikirkan, kalau misalnya PKI memang ingin menggulingkan pemerintahan Ir.Soekarno bukankah akan lebih mudah jika Aidit langsung menghabisi sang proklamator yaitu Ir.Soekarno ditambah lagi dulu Aidit sangat dekat dengan sosok Ir.Soekarno, setelah Ir.Soekarno dapat digulingkan maka dengan mudahnya Aidit mengambil alih pucuk pemerintahan dan dengan cepat menguasai istana. 

       Setelah kejadian itu, belum diketahui siapa saja yang menjadi korban tetapi ternyata para Panglima Angkatan Darat yang menjadi korban lalu ada kebiasaan di Angkatan Darat, apabila Panglima Angkatan darat berhalangan hadir, Maka Panglima KOSTRAD yang menjalankan tugasnya yaitu tidak lain adalah Soeharto. Di cerita sejarah yang biasa kita baca dan di film tentang G30S/PKI Soeharto yang berjasa besar menumpas PKI dari bumi Nusantara, sebenarnya kita bisa melebarakn hal ini kenapa harus Soeharto? padahal kita masik punya Panglima tertinggi yaitu Presiden Soekarno. sekalian kita bahas disini. Jadi karena keanekaragaman yang ada di Indonesia maka Ir.Soekarno menyederhanakan seluruh pandangan masyarakat Indonesia menjadi Nasakom yaitu kepanjangan dari Nasionalisme Agama Komunisme (jika ada blog yang menuliskan Nasakom itu buruk atau Ir.Soekarno ingin mengganti ideoligi Pancasila menjadi Nasakom jangan percaya, karen perjuangan Soekarno menyusun pancasila sangat berat hingga berlinang air mata mustahil diganti begitu saja). Setelah meletusnya Gestapu otomatis Soekarno harus mengurus langsung PKI, tetapi karena berlawanan dengan konsep Nasakom maka Ir.Soekarno dinilai kurang tegas oleh masyarakat dalam pemumpasan PKI akhirnya karena jenderal yang lain sudah dibunuh, tinggal Soeharto yang masih hidup sekaligus Panglima KOSTRAD maka munculah Supersemar (Surat Perintah 11 Maret yang sampai saat ini masih menjadi misteri kebenarannya bisa dibaca di Hilangnya Supersemar) tetapi di buku buku sejarah bertuliskan bahwa Supersemar bertujuan untuk mengembalikan wibawa Ir.Soekarno, membersihkan Kabinet Dwikora dari unsru unsur PKI, dan turunkan harga/perbaikan ekonomi, yaing biasa kita dengar dengan Tritura.

       Singkat cerita Soeharto sukses menjalankan Supersemar tetapi terjadi dualisme kepemimpinan yaitu Ir.Soekarno dan soeharto padahal Ir.Soekarno masih menjabat sebagai Presiden RI ditambah lagi pasukan TNI banyak yg membangkang komando Ir.Soekarno dan lebih memilih komando Soeharto, padahal panglima perang tertinggi adalah presiden yang saat itu adalah Ir.Soekarno. 

       Kita tahu bahwa setelah perang dunia kedua usai mulailah Cold War atau perang dingin, blok barat dengan liberalnya dipimpin oleh Amerika melawan blok timur dengan komunisnya dipimpin oleh Uni Soviet.

       Mulai kita kembali berpikir kritis, kita analogikan seperti ini
Blok Barat = Amerika = Liberal VS Blok Timur = Uni Soviet = Komunis
Intinya adalah bahwa Amerika takut apabila Indonesia akan jatuh ke pangkuan komunis, apabila itu terjadi maka seluruh wilayah di Asia Tenggara kemungkinan juga akan menjadi negara komunis dan Amerika telah kalah di Asia Tenggara. Maka Amerika berpikir bagaimana cara agar pengaruh komunis di Indonesia bisa hilang dengan cara "Kudeta Merangkak" dengan tangan panjang Soeharto.

       Kita lihat negara-negara komunis di dunia Uni Soviet, Yugoslavia, Polandia, Jerman Timur, Cekoslowakia, Hungaria, Romania, China (RRT), Bulgaria, Korea Utara, Vietnam, Kuba dll. Negar-negara komunis runtuh karena rong-rongan oleh amerika.

       Kita ambil contoh Kuba dengan tragedi Invasi Teluk Babi. Invasi Teluk Babi adalah sebuah pendaratan yang direncanakan dan didanai oleh Amerika Serikat dan dilakukan oleh orang-orang Kuba di pembuangan di Kuba barat daya untuk menggulingkan pemerintahan Fidel Castro pada 1961. Peristiwa ini menandai klimaks tindakan anti Kuba oleh AS. Ketegangan AS-Kuba telah bertumbuh sejak Castro menggulingkan rezim diktator militer sayap kanan Jenderal Fulgencio Batista yang didukung AS pada 1 Januari 1959. Pemerintahan Eisenhower dan Kennedy telah menilai bahwa pergeseran Castro kepada Uni Soviet tidak bisa diterima, dan karena itu mereka berusaha menggulingkannya. Namun, invasi ini gagal total dan ternyata menjadi noda internasional bagi pemerintahan Kennedy. 

       Uni Soviet runtuh karena adanya seorang pemimpin yang bernama Mikhail Gorbachev, dia adalah pemimpin Soviet sekaligus politikus Rusia yang mengantar keruntuhan Uni Soviet. Jika Soviet runtuh maka Cold War akan usai dan Amerika menang, apabila Amerika menyerang dengan kekuatan militer ke Soviet maka hasilnya Amerika akan kalah telak (Tentara Nazi bahkan mengatakan jika tentara Soviet jutaan kali lebih kuat dari tentara Nazi itu sendiri) maka Amerika memprofokasi atau setidaknya menghasut Gorbachev seperti menandatangani perjandian pelucutan senjata nuklir dengan Amerika, tetapi Gorbachev juga salah karena Mendorong reformasi yang disebut 'glasnost' (keterbukaan) dan 'perestroika' (restrukturisasi). Dalam hal ini runtuhnya Soviet dikarenakan oleh pimpinannya sendiri. 

       Kita lihat kenapa Korea Utara menjadi negara yang tertutup? karena Korut tidak ingin runtuh sekaligus kalah dari Amerika.

       Kita ke Vietnam, Perang Vietman juga perang antara komunis dengan liberal yang akhirnya dimenangkan oleh komunis. Ini adalah sebuah Aib bagi Amerika karena kalah perang dengan Soviet maka Amerika membuat film Rambo yang menceritakan kehebatan dan kemenangan Amerika di perang Vietman.

       Disimpulkan dari tragedi ini bahwa Amerika takut apabila sebuah negara jatuh ke pangkuan komunis karena berarti kekalahan bagi liberal Amerika.

       Begitu pula dengan Indonesia, setelah kemenangan PKI di pemilu tahun 1955 Amerika semakin takut apabila Indonesia jatuh di pangkuan komunis yang berarti Amerika kalah di Asia Tenggara. Kita juga tahu bahwa pada saat itu kekuatan militen Indonesia adalah yang terkuat di belahan dunia bagian Selatan jadi sangat mustahil jika Amerika menyerang dengan kekuatan bersenjata (Pengalaman Invasi Teluk Babi yang gagal) lalu Amerika membuat siasat untuk melengserkan Soekarno agar dapat menjauhkan Indonesia yang bermesraan dengan Nikita Khrushchev kala itu. Lalu mulailah rong-rongan dari dalam dengan mengakmbing hitamkan PKI dengan tangan panjang Soeharto. Pada akhirnya munculah Supersemar dan tidak berlangsung lama Soekarno lengser mundur jari jabatan Presiden karena takut akan terjadi perang saudara (seperti Vietman Utara dan Selatan). Maka lahirlah Orde Baru yang sangat banyak hutang dengan IMF dll.

       Jika kita lihat, apakah masuk akal apabila penghabisan PKI hanya dilakukan dalam beberapa hari, padahal kita tahu PKI adalah partai komunis terbesar ketiga setelah Soviet dan China (RRT). Lalu anggota PKI dibunuh dan dibantai tanpa diadili. Tetapi PBB hanya diam karena PBB adalah "Milik Amerika".

       Ada fakta lain yaitu Amerika mengincar gunung emas di Papua. bisa kalian lihat di "Ditembak Oleh Agen CIA".

       
       Nah di dalam kisah heroik Soeharto ini, menurut saya Soeharto mengambil peluang untuk mendapatkan dukungan rakyat karena berhasil menumpas PKI maka rakyat yang memberikan Tritura kepada Ir.Soekarno lebih pro terhadap Soeharto. Lalu dikhawatirkan akan terjadi perang saudara apabila terus terjadi dualisme kepemimpinan maka Ir.Soekarno turun dari jabatannya sebagai RI 1 dan digantikan oleh Soeharto selama sekitar 32 tahun lamanya. Ada hal lain yang tidak kalah misterius adalah campur tangan Amerika dan Inggris dalam hal penggulingan pemerintahan ini. Setelah Soeharto jadi Presiden langsung banyak sekali hal hal yang sangat merugikan bangsa seperti KKN dan penanaman modal asing di Indonesia seperti Freeport, hutang negara sangat luar biasa banyak di IMF. Bisa teman teman baca di artikel saya di Seberkas Cahaya yang Redup di Asia setelah berakhirnya era Ir.Soekarno, negara kita tidak se hebat dulu lagi .
       
       Jadi dari pemaparan saya di atas, dalang dari pemberontakan G30S/PKI adalah Soeharto, bahkan Alm. Presiden Gus Dur yang memiliki pemikiran yang hebat juga mengatakan bahwa "kita salah penafsiran dalam peristiwa G30S/PKI dan kita harus jujur terhadap sejarah".



Sejarah dapat dibuat oleh sang penguasa.


       

       

       

       

Post a Comment for "Soeharto Dalang Pemberontakan PKI 1965"