Pembunuhan Massal Oleh Soeharto
Masa pemerintahan Orde Lama, Orde Baru, Reformasi pasti memiliki penyimpangan dan aib tersendiri. Pada setiap masa pemerintahan tentu sang pemimpin tidak ingin penyimpangannya diketahui oleh publik dan sampai dipublikasikan dalam karya ilmiah. Asal Anda tahu, pabrik-pabrik, bank-bank besar dan hotel-hotel mewah di indonesia dibangun berkat pembunuhan massal 1 juta manusia, peristiwa ini lebih suka dilupakan oleh dunia barat. Mirisnya banyak orang indonesia sendiri yang tidak tahu akan hal ini. Jenderal Soeharto melakukan pembunuhan massal atas bantuan Amerika dan Inggris di pertengahan tahun 1960an. Sampai saat ini fakta tentang tragedi mengerikan ini masih tetap abu abu.
John Pilger, seorang jurnalis sekaligus pembuat film dokumenter asal Australia mengatakan bahwa suatu hari pada bulan Oktober 1965, segerombolan orang seperti preman memasuki sebuah sekolah di Jakarta lalu membunuh kepala sekolah yang dianggap sebagai Komunis, pembunuhan semacam inilah tipikal pembunuhan massal lebih dari 1 juta orang kepada para guru, murid, pegawai, dan petani. CIA menuliskannya sebagai salah satu pembantaian massal terkejam di abad 20, dan dengan penyebab yang belum diketahui. ini adalah menurut sang jurnalis John Pilger tetapi menurut sang penulis blog yaitu Garda Arasy beranggapan bahwa pembunuhan massal ini adalah pembunuhan akibat adanya Supersemar yang diberikan oleh Presiden Ir. Soekarno kala itu kepada Jenderal Soeharto yang harus mengembalikan kewibawaan presiden dan mewujudkan Tritura yang diberikan oleh rakyat. Pembunuhan massal ini tentu dilatar belakangi oleh pemberontakan PKI pada tahun 1965 yang dipimpin olek Dipa Nusantara Aidit. Lalu apakah dengan cara membunuh maka semuanya akan selesai? mungkin ya tetapi apakah dengan melakukan genosida orang tersebut dapat disebut sebagai manusia? entahlah karena Hitler membantai kaum Yahudi dan menyisakannya sedikit agar kita tahu seperti apa Yahudi itu, dan sekarang kita tahu seperti apa Yahudi itu. Kadang niat baik harus dilakukan dengan cara yang buruk, seperti Robin Hood yang mencuri dari para pejabat yang korup dan membagikan hasil curian itu ke warga yang kelaparan. Menurut saya pembantaian massal suatu kelompok/ras tertentu secara besar besaran yang kita sebut Genosida ini memang jalan terbaik kala itu untuk membuat sebuah keseimbangan kehidupan.
Tetapi yang membuat saya terkejut adalah pembantaian tersebut ternyata dibantu oleh Amerika dan Inggris serta para pebisnis Barat. Setelah Ir.Soekarno mundur akibat dualisme kepemimpinan dengan Jenderal Soeharto maka mulailah Soeharto menjadi Presiden dan membuat sebuah tatanan perekonomian yang dibentuk menurut model Amerika guna mempermudah Barat menguasai sumber mineral, pasar, dan pekerja di Indonesia. Presiden Amerika kala itu Richard Milhous Nixon menyebutnya dengan "Upeti Terbesar dari Asia".
Jasa besar Soeharto bagi dunia Barat sebelum jadi Presiden adalah ia sudah menyingkirkan sang Panglima Besar Revolusi Indonesia yaitu Presiden Soekarno, yang kita tahu bahwa Ir.Soekarno seorang yang nasionalis dan sangat percaya diri dengan kemampuan bangsa Indonesia maka dari itu ada program Berdikari yang dicanangkan Presiden Soekarno kala masih menjabat sebagai Presiden. Presiden Soekarno menentang masuknya korporasi Barat ke Indonesia dan mengusir semua agen Barat seperti Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF). Ketika Soeharto berhasil menggulingkan Soekarno seketika itu semua unsur tersebut masuk menguasai Indonesia, samapai terjadi peristiwa Malari yang terjadi pada tanggal 15 Januari 1974 mahasiswa menolak dengan keras datangnya penanaman modal asing (kala itu dari Jepang) karena mahasiswa tahu bahwa kita pasti akan dikuasai oleh Jepang kelak. Terbukti, sekarang kita negara kroco mumet di Asia jika dibandingkan masa Pemerintahan Soekarno . . . . .
Media Massa Amerika tidak memberitahukan pembantaian ini sebagai sebuah kejahatan kemanusiaan tetapi peristiwa demi kepentingan ekonomi Barat. Majalah Time dari Amerika Menyebutkan "Balas Dendam dengan Senyuman" dan berita baik bagi bangsa Barat setelah sekian lama. Media lain juga menuliskan "Seberkas Cahaya Redup di Asia" yaitu kita INDOESIA.
Pada tahun 1967, Perusahaan Timelife mengadakan sebuah konferensi di Swiss yang beragendakan pengambilan bisnis Indonesia. Konferensi ini dihadiri oleh para pebisnis besar dunia, misalnya David Rockefeller sang raksasa Kapitalis Barat (keluarga Rockefeller adalah keluarga terkaya dan serakah yang bahkan sanggup mengendalikan perekonomian dunia), Bank General Motors, British Leyland, ICI, British American Tobacoo, Leman Brothers, American Express, Siemens.

Post a Comment for "Pembunuhan Massal Oleh Soeharto"